“Lelahnyaaa ...!” Liora menyeka keringatnya dengan lengan kanannya, membuka sarung tangannya lalu membuangnya, kemudian melangkah menuju ke ruangannya. Liora benar-benar tidak menyangka tugas hari ini benar-benar melelahkan. Dari memeriksa ibu hamil, USG serta harus bersabar melayani seorang suami posesif yang setelah mengunjungi ruangannya, tidak mengizinkan istrinya dibuka bajunya, membuatnya harus merayu dan bersabar agar bisa memeriksa kandungan istrinya. Selama ini Liora belum pernah bertemu dengan suami pasien yang se-over posesif ini. Kalau dirinya adalah dokter kandungan laki-laki masih bisa dipahami. Masalahnya, dirinya adalah dokter kandungan perempuan, tapi sang suami masih tidak mengizinkan kulit sang istri diekspos begitu saja dan itu benar-benar membuang waktunya. Pada akhi

