Challista melangkah. Membelah koridor rumah sakit yang sepi dan tenang saat jam besuk rumah sakit berakhir sekitar sepuluh menit yang lalu. Dan dia berjalan, seakan memang berlagak sebagai pasien di sini. Membuatnya mendengus. Mana ada pasien memakai pakaian formal seperti ini? Langkah Challista tertahan. Kala dia melihat Willy melangkah dengan kepala tertunduk keluar dari ruangan. Salah satu kamar kelas satu yang terletak di gedung paling belakang. Bibirnya membuka, hendak menyapa saat Challista menatap Rosie yang duduk di ruang tunggu. Bersidekap sembari memejamkan mata. Gadis itu tertidur. Dan Challista tidak tahu, sejauh apa Rosie mengenal Willy sekarang sampai menyentuh batasannya. Napas Challista berubah satu-satu. Dia menatap Willy yang bergerak menyelimuti gadis itu dengan jas y

