Challista mengarahkan mobil ke arah aula lama yang biasa digunakan saat perayaan musik, atau konser tunggal berskala kecil. Selebihnya, aula ini dijadikan museum dengan beberapa peninggalan yang didominasi lukisan dan aneka alat musik dari ribuan tahun lamanya. Langkahnya memelan saat Challista mendapati ruangan itu sepi. Hanya ada petugas yang membersihkan beberapa ruangan. Menatap Challista saat dia bilang akan bermain sebentar, dan petugas itu mengangguk. Siapa saja boleh memakai fasilitas publik secara cuma-cuma. Asal mau merawat, dan menaruhnya ke tempat semula setelah memakai. Tidak membuang sampah sembarangan dan mau menjaga kebersihan bersama. Hanya syarat kecil, Challista bisa melakukannya. Saat dia lelah, saat dia muak dengan kehidupan di dalam rumah dan sekolahnya, Challista

