"Pada dasarnya, anak-anak disini manja. Mereka terlihat seperti anti orang miskin. Anti hujan dan air kotor. Menunggu mobil menjemput dan diperlakukan bak ratu." Ethan menoleh. Meremas tali tas punggung di bahunya saat dia menemukan Challista berdiri di sampingnya, tengah bersidekap. Gadis itu menoleh. Tersenyum samar. "Aku pun begitu. Aku anak satu-satunya di dalam keluarga. Dan aku diperlakukan seperti ratu di dalam rumah." Ethan mengerutkan kening. Menyadari kalau nada suara Challista sedikit berubah ketika dia menyebut rumah. "Benarkah?" "Mereka alergi padamu. Anak beasiswa yang berprestasi. Orang sekelas diriku, bisa seenaknya mereka hina. Apalagi dirimu?" Ethan tidak menyangka. Challista mau berbicara sepanjang ini padanya. Membuat darahnya berdesir. Dan merasa kalau jarak mere

