52

1235 Kata

"Anak beasiswa minggir sana! Menghalangi pemandangan saja." Semua orang tertawa. Tidak ayal, pemandangan menyakitkan mata ini kerap terjadi di zaman sekarang. Tidak peduli lingkungan mana kalian tempati, nyatanya kasus untuk membunuh karakter orang itu nyata adanya. Mereka akan terus ada, sampai dunia benar-benar kiamat baru berakhir. Challista menarik napas. Menatap buku-buku catatannya dalam diam. Saat menyadari tidak ada yang berguna untuk membantunya mengerjakan soal kimia nanti, Challista kembali menutup lokernya. Menguncinya dan terpaku. Kedua matanya menyipit tajam. Menemukan Wallius Ethan berjalan santai. Seakan memang tidak peduli dengan caci-maki mereka yang mengiri langkahnya. Ketika jarak mereka hanya beberapa langkah, Ethan melempar tatapan padanya. Tampang Challista saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN