Twenty Seven

2104 Kata

Hujan masih betah turun meski malam sudah semakin larut dan perlahan-lahan orang-orang yang semula ikut meneduh di bawah tenda para penjual mulai berhamburan memutuskan untuk pulang walau separuhnya harus terpaksa hujan-hujanan. Tak terkecuali dengan Hansa, wanita itu pun seharusnya sigap mengambil keputusan apakah ia akan pulang dengan kondisi hujan yang entah kapan akan meredanya, atau ia harus tetap menunggu sampai hujan benar-benar berhenti? Sungguh, Hansa menjadi galau memikirkannya. Lebih-lebih, rasa dingin seolah kian merasuk menelusup ke balik jas yang masih ia kenakan sejak Dhafin meminjamkannya. Sementara pria itu, ia bahkan belum juga pulang seakan sedang sengaja menunggu karyawatinya mengambil keputusan. "Tuan, kenapa Anda belum pulang?" tanya Hansa yang sesekali merapatkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN