26

1565 Kata

“Ada apa ini?” Amara melirik sekitar. Gadis itu tercenung mendapati portal yang dimasukinya ternyata tidak mengantarkan sang gadis ke mana pun juga. Amara berada di titik luar celah, bersama Mir yang nampak sama bingungnya. Mereka berdua berada di tempat awal. Jelas, ketiga kuda milik Amara yang kini merumput di dekat pohon, lalu pepohonan berdaun runcing yang mengelilingi mereka. Sebuah pertanyaan kembali muncul, “Apa yang tengah terjadi?” “Amara,” sela Mir. “Aku pun ingin bertanya mengenai ini. Mungkinkah, kedatangan kita ditolak Rea? Lalu, ke mana Ringga dan si manusia itu? Kenapa mereka tidak ada di sini? Bersama kita.” Menggeleng. Amara berkata, “Aku sendiri tidak tahu. Dari awal, semua ini. Maksudku, ada yang aneh dengan gadis itu. Aku tidak berani memastikan prasangkaku hingga ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN