“Kita hanya bisa berkuda sejauh ini,” kata Amara. Gadis itu menginstruksikan ketiga rekannya agar meninggalkan kuda. Di sekitar celah tumbuh berbagai macam tanaman. Ringga dan Mir mengikatkan kekang kuda ke sebuah batang pohon. Walau ketiga kuda itu mendengus kesal ketika para pemiliknya memilih menelantarkan mereka. Aria menatap langit yang sebagian wujudnya tertutup oleh kumpulan awan dan cabang pohon. Di atas sana, nampak beberapa burung yang terbang dan saling mengoak. Liontin yang tersembunyi di balik kerah baju Aria pun terasa dingin menyentuh kulit. Selain itu, Aria merasa waswas pada hal yang akan terjadi. Aria mengerti suatu hal; tidak semua rencana akan berjalan sesuai dengan kehendak manusia. Segala macam kemungkinan terburuk bisa saja terjadi, dengan atau tanpa bisa dihinda

