Mobil mewah yang membelah jalanan kota Jakarta melaju dengan kecepatan tinggi. Arsen tidak perduli dengan umpatan demi umpatan dari pengendara lain. Dia semakin frustasi, dia tidak menemukan siapapun di mansion megah Tuan Bagas, penjaga mengatakan jika pemilik Mansion sedang pergi melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Tidak lama kemudian mobil mewahnya memasuki gerbang utama mansionnya. Arsen tidak langsung turun, dia diam untuk beberapa saat, menyandarkan punggungnya dengan pikiran yang kacau. Memejamkan matanya untuk sesaat, bayangan Khalisa kembali muncul dengan tangisan yang memilukan. tangisan yang dulu dia abaikan. Bayangan demi bayangan yang pernah dia lakukan pada Khalisa muncul begitu saja, seakan mengingatkan betapa brengseknya dirinya. Tuduhan dan hinaan dia ucap

