"Bapak!" Spontan Amirah terperangah kaget. Hampir loncat dari tempat duduknya. Menikah dengan Gumelar? Itu jauh dari pemikirannya, sementara Gumelar tampak tertegun di tempatnya. Meski sempat terlintas di otaknya, tetapi tidak menyangka pak Pandu yang malah menegaskannya. "Meski kalian menyatakan tidak berbuat apa-apa dan Bapak percaya sama Gugum, tetapi tindakan kamu itu Ami, tetap tidak baik datang ke rumah Gugum. Bapak tidak bisa menanggung beban secara moralnya, disisa umur Bapak ini." "Bapak ...! Percaya sama Ami. Ami masih perawan, Bapak .... Gugum menjaga sekali, martabat Ami." kata Amirah membela diri. Ingin dipercaya sama bapaknya, ia menangis lagi. "Bapak tidak tahu lagi, harus bagaimana menyikapi masalah ini. Menurutmu bagaimana, Gum?" tanya pak Pandu. Balik bertanya pad

