"Kalau diperiksa pakai stetoskop, detak jantung seperti ini pasti sudah dibilang kena serangan jantung." kata Amirah. Membuat Gumelar terbahak. "Dan bagaimana cara untuk meredakannya, Bu dokter?" seloroh Gumelar masih dengan tawanya. "Ami belum tahu. Belum sampai mempelajari ke kasus seperti ini." Amirah menjauhkan tubuhnya, karena kasus detak jantungnya juga sama dengan Gumelar. "Aku tidak bisa memegang dadamu untuk memeriksanya. Siapa tahu kamu juga punya kasus penyakit yang sama sepertiku." Gumelar terus menggodanya. "Ih! Dasar otak omes!" semprot Amirah. Gumelar terus tertawa, sambil memandang Amirah yang duduk menjauh. "Kamu gak masuk kuliah gara-gara Ami, ya?" tanya Amirah kemudian, setelah Gumelar memusatkan perhatiannya pada notifikasi ponsel yang diambilnya dari atas meja.

