Pandangan mereka beradu, saling menyelidiki satu sama lain. Kemudian bibir mereka saling menempel, tidak ada reaksi apapun dari Amirah membuat Gumelar semakin berani memperdalam ciumannya. Manis terasa, bibir tipis Gumelar mempelajari yang baru dilakukannya. Kembali melumat bibir Amirah yang membuat dia ingin melakukannya lagi, dan ciumannya agak lama. Amirah menyadarinya saat ciuman mereka terlepas, menatap nanar pada Gumelar yang tepat ada dihadapannya. Gumelar sedang menatapnya juga dengan sorot yang lembut penuh minat. Bibirnya kembali menempel, mencari celah agar terbuka. Bibir Amirah merekah memberi kesempatan agar ciuman itu lebih dalam lagi. Amirah mendesah dan jadi terperangah mendengar suaranya sendiri. Dengan gerak kaget, ia mendorong pelan badan Gumelar, kemudian beranjak

