"Gum ...." Amirah menghubunginya lewat telepon. Nadanya sedikit bergetar. "Ami, ada apa telepon?" Tampak di suaranya, Gumelar merasa kaget. Bisa dibilang kalau mereka jarang sekali berkomunikasi lewat alat canggih itu. Hanya waktu itu saja, tetapi waktu lain tidak pernah lagi. "Ami sudah mau ke terminal Bogor. Ami bingung mau ke mana?" jawab Amirah bernada sedih. "Tengah malam begini?" Gumelar semakin kaget. Dirinya saja tadi sudah tertidur, terbangunkan oleh dering ponselnya. "Ami pergi dari rumah, lagi ada masalah." katanya lugas. "Ami mau pergi ke mana? Gak ada saudara yang bisa Ami kunjungi. Gak ada yang tahu alamatnya." keluh Amirah. Menatap jendela mobil, di luar terlihat sedang gerimis. "Sebutkan posisimu sekarang." "Mana Ami tahu, Ami gak pernah pergi-pergi terlaku jauh.

