Episode 74

1844 Kata

Beberapa kali Gumelar terbangun karena tidur Amirah yang tidak mau tenang. Gedebak-gedebuk tubuhnya kadang mendesak suaminya sampai mau terjatuh. Dia memeluk tubuh Amirah supaya diam, tapi kembali lepas saat sudah terlelap. Apakah Amirah tidurnya seperti itu? Gumelar terbangun lagi saat pagi menjelang. Perutnya terasa berat saat dilihatnya, ternyata kepala Amirah yang menjadikan perutnya sebagai bantal. Dia mengusap kepala Amirah, memandang wajahnya yang masih tertidur. Kadang dia tidak mengerti, takdir telah mempersatukan mereka. Padahal, dia belum tahu bagaimana perasaan Amirah. Apakah rasa benci itu masih bercokol di hatinya? Melihat sikapnya, membuat Gumelar jadi geregetan. Kadang baik, kadang juga masih galak. Akan tetapi, saat dia menciumnya, kenapa Amirah tidak menolak? Ini yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN