Pasangan pengantin itu makan berdua. Terlihat romantisnya, hingga tiap saudara yang melihatnya jadi menggoda mereka. Keduanya menanggapi biasa saja. Kenapa harus malu lagi? Toh mereka sudah sah sebagai suami istri. "Nih, minumnya. Neng." Anah meletakan gelas berisi air putih di atas meja. Amirah memandang Anah dengan muka semringah. "Makasih, Bi. Tapi kenapa hanya satu? Kan, kita berdua." "Tuh, piringnya juga hanya satu." tunjuk Anah sambil mesem-mesem. "Tapi ada dua mulut yang menyantapnya." Amirah protes. "Kalau buat Gugum, istrinyalah yang menyiapkan." Anah menegaskan. "Berdua aja, Mi." celetuk Gumelar. Amirah mengambil gelasnya kemudian meminum setengahnya, memberikan setengahnya pada Gumelar. "Bekas diminum istriku ini." Gumelar menyimpan gelas kosong, setelah meminumny

