Amirah masih dalam pelukan suaminya. Gumelar berusaha meredakan detak jantungnya agar normal kembali. "Tidur yuk, Mi. Gak apa-apa kan, tidur di kasur lepet kayak gini?" tanya Gumelar. Amirah menjawabnya dalam hati. 'Tidur di manapun, Ami mau. Asal A Gugum ada memeluknya.' Sepertinya sekarang Amirah yang jadi bucin sama Gumelar. Kasur lepet pun akan berasa empuk, seolah tidur di atas awan. Gumelar menarik Amirah dalam pelukannya saat berbaring. "Tidurlah, Mi. Bukankah dengan pelukan ibumu, membuat tidurmu merasa nyaman?" "Bapak menceritakan saat Ami kecil, ya?" "Ya. Sekarang Aa yang akan memelukmu, biar tidur Ami lelap. " "Ami belum tahu masa kecil Aa." Untuk sejenak, Gumelar terdiam. "Bi Sumi itu jahat dulunya sama Aa, ya?" "Bi Sumi bukan penjahat, Mi. Karena kondisi ekonomi

