Episode 77

1124 Kata

Bagi harinya, Amirah masih tertidur di pelukan suaminya. Membuat Gumelar tersenyum, istri cantiknya tidak lagi gelisah, meringkuk anteng dalam pelukan hangatnya. Perlahan tangan Gumelar menelusuri batang hidung Amirah yang bangir, hingga yang masih tidur merasa terusik oleh kelakuannya. Amirah menggerak-gerakan wajah, kemudian baru membuka matanya. "Aa ...." ucapnya serak. "Aman ... Ami tidur dengan cantiknya di pelukan Aa." kata Gumelar, membuat wajah Amirah bersemu merah. 'Ah, godaan lagi.' jerit hati Gumelar. Dia melepaskan kepala istrinya dari rengkuhan tangannya secara perlahan. Lebih cepat jauh dari Amirah lebih baik, jadi Gumelar segera bangun dan keluar dari kamarnya. Melihat pada pak Usman yang sedang duduk menghadapi secangkir teh dan camilan goreng pisang yang masih ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN