31. Ya, Aku Tidak Terlambat

1504 Kata

“Ck. Cih!” Nada menggaruk tengkuknya, “Astaga gatal! Apa ada bakteri menjijikkan di sini?” tanyanya yang lagi-lagi sukses membuat semuanya kebingungan, lalu ia menatap jenaka pada wanita yang mejawab pertanyaannya tadi. “Oh, kamu, hai! Kamu si perempuan pendongkrak popularitas dengan menciptakan banyak sensasi itu. Duh, job endorse dan paid promote kamu sudah berkurang, ya? kasihan,” ejeknya tanpa peduli dengan tatapan marah dari Sheyla. “Hahaha, sudah turun pamor, banyak ulah pula.” Sheyla menggarang, “Apa maksudmu perempuan gila!” umpatnya. “Turun pamor apa, hah?” Nada tersenyum manis, “Ya ampun, ini aku ngomongnya baik-baik, ih. Malah dibentak-bentak,” protesnya yang tetap dengan pembawaan jenaka. “Kudengar, teman menyebalkanku ini dijebak sama selebgram popular di Indonesia yang memi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN