"Apa yang kau maksudkan dengan mengada-ngada, Suara?" Sheyla menyeka air matanya, “Aku bahkan sudah meminta maaf sama kamu dan melepaskan Aksara untuk kamu, Suara, tetapi kamu malah menambah kadar penyiksaanmu terhadapku. Kenapa, Suara? Kenapa? Padahal, aku sangat ingin berteman dengan wanita secerdas kamu,” racaunya lagi. Kamu yang menyiksa saya, Sheyla, kamu, batin Suara ikut berkomentar. Ia mati-matian menahan mulutnya agar tidak membongkar kejahatan Sheyla di kost-annya dulu. Takut kalau itu akan menjadi boomerang karena dia tidak memiliki bukti yang kuat. Pita yang ada di samping Suara mencoba memegangi lengan gadis itu. Berusaha sebisa mungkin untuk menjaganya agar tidak menyerang Sheyla. Sebagai teman, dia harus menjaga Suara agar tidak melakukan hal-hal yang di luar batas. Terleb

