29. Malam Mencekam

1052 Kata

Suara terduduk lemas di meja bulat yang menjadi meja kesukaannya dengan Langit, walau ternyata laki-laki itu memilih menjauh darinya. Pita baru saja pamit tadi sore karena ada urusan yang harus gadis itu selesaikan katanya. Sekarang, Suara sedang duduk menghadap Aksara yang menatap prihatin padanya. Ia sudah menceritakan semua kejadian di Solo pada Aksara dan meminta tolong laki-laki itu untuk membuatnya berbaikan dengan Langit. “Suar, ini hanyalah masalah waktu. Saya yakin, saat ini Langit masih syok. Saya tahu, dia itu begitu menyayangi kamu yang ternyata adalah adiknya. Berikanlah dia waktu untuk memikirkan semuanya. Langit adalah laki-laki dewasa yang pasti mempunyai alasan dari tiap perbuatan yang dia ambil. Saya yakin dia menyayangi kamu,” terang Aksara seraya menggenggam tangan Sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN