Setelah itu, mereka bertiga langsung melangkahkan kaki untuk berburu baju seragam di Pasar Beringharjo. Berbelok ke sana ke mari demi mendapatkan baju yang cocok di badan serta kantung. Beberapa blok sudah mereka lewati, beberapa toko sudah mereka kunjungi. Namun, dua wanita paling menyebalkan sekaligus disayangi Suara, Puspa dan Nada, belum mendapatkan baju yang sesuai dengan keinginan mereka. Ini yang Suara tidak sukai dari perempuan dan berbelanja. Konjungsinya selalu saja menyebalkan. Dia menolak untuk menjadi perempuan super ribet yang harus bingung memilih apa yang ingin dibelinya. Kenapa perempuan harus identik dengan stigma itu? Dia adalah salah satu perempuan dari banyak perempuan –yang dia yakini- memiliki hidup simple, ingin yang itu, maka beli yang itu. Bukan perempuan seperti

