“Halo, Bu,” ujar Langit pada telfon genggamnya. “Ibu sudah siap? Agak sorean Langit jemput ke Solo, ya?” “Iya, jemputnya sama Suara?” balas Nenti di seberang sana. Langit melirik pada Suara yang sedang menyesap kopinya. “Ibu jelas tahu kalau anak itu kampungan dan enggak bisa naik mobil. Dan, Langit enggak mungkin jemput Ibu pakai motor dan ajak Suara. Ibu nanti taruh di mana?” “Eh, kenapa bawa-bawa nama saya?” tanya Suara. Langit menggeleng. “Maka dari itu, untuk kemaslahatan bersama, lebih baik Langit menjemput Ibu menggunakan mobil tanpa membawa Suara,” putusnya. “’Kan bisa ajak Aksara, sekalian kalian jalan-jalan ke Solo?” tawar Nenti membujuk. Langit menggeleng lagi. “Bu, kita berangkatnya lusa dan enggak mungkin satu hari bisa dipakai untuk jalan-jalan. Lagipula, mereka berdua

