“Hah? Apa? Gimana?” tanya Suara beruntun. Otaknya tidak mampu memproses apa yang Aksara tanyakan dengan benar. Kenapa otaknya menjadi norak begini, ya? Aksara tertawa, “Sebelum menyaksikan tragedi ada perempuan yang dengan impulsifnya mencemplungkan telfon genggamnya ke laut, sekitar setengah tahun yang lalu. Kata perempuan itu dia juga mau bunuh diri, tapi malah ada saya. Dia jadi gagal bunuh diri, deh!” paparnya. “Yang saya syukuri adalah ternyata perempuan itu menjadi jauh lebih kuat.” Suara mengernyitkan keningnya, berusaha mengurutkan kejadian yang ada di penjelasan Aksara. Kalau begitu … artinya …, “Jadi … kamu Mas-mas aneh yang menyebabkan saya mengurungkan niat bunuh diri itu? Kok bisa kamu, sih?” tanyanya. Sekarang, perasaan malu sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. Malu lah! Sia

