24. Isu Kedua

1693 Kata

“Halo, Ra …,” sapa suara di ujung sana yang terdengar sedikit lemah dari biasanya. “Kenapa?” Suara mengernyit, “Hai, Lam. Kok suara kamu agak lembut-lambut begitu? Kamu sakit kah?” tanyanya serius. Ia menanyakan seraya mengambil minum yang ada di gelasnya, menenggaknya kemudian karena kehausan. Suara bertanya seperti itu bukannya tanpa sebab. Pasalnya, Nada adalah orang yang jarang sakit, sekalinya sakit bisa membuat seluruh dunia heboh. Bagaimana tidak heboh? Perempuan itu kalau sekalinya sakit, paling sebentar satu minggu, sering pingsan dan muntah-muntah. Maka, hebohlah dunia karenanya. Ungkapan ini memang terlalu hiperbolis, sih. “Enggak, Ra,” balas Nada, sekarang suaranya malah serak. “Hmmm …, kok suara kamu beda, sih?” tanya Suara masih penasaran. Tadi lemah, sekarang serak. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN