Sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela kaca, membuat sosok wanita dengan piama kuningnya langsung mengulet dan berpindah posisi, tak mau berhalangan langsung dengan sinar matahari. Ia langsung menaikkan selimutnya, menutupi wajahnya dengan selimut berbahan adem tersebut supaya sedikit membantu tubuhnya yang merasa kegerahan padahal sudah ada air conditioner yang terpasang di kamarnya. Entahlah dari kutub bagian mana ia berasal sampai seperti ini, sudah ada air conditioner tetapi tetap merasa kegerahan. “BILQIS THETA SARENDRA! BANGUN, NAK! KAMU HARUS SEKOLAH KAN HARI INI?” Seketika saja secara reflek gadis yang semula terbaring di atas kasurnya langsung saja menutup telinga dengan sangat rapat, cukup sebal karena sang ratu di rumah ini sudah berteriak dengan sangat nyaring.

