“Hah?” Seruan kaget langsung Abela lontarkan kala melihat mobil putih milik Dara bukan berjalan ke arah rumah gadis tersebut, namun malah berjalan ke arah salah satu kafe terkenal yang ada di daerah Jakarta Pusat. Tepat sudah! Baru saja menebak, apa yang dipikirkan oleh Abela saat ini menjadi realita juga, Dara benar-benar memarkirkan mobilnya di daerah kafe tersebut, gadis tersebut entah ke kafe untuk menemui siapa. Apakah temannya? Namun jika akan menemui temannya terasa bagaimana sekali, bukan? Masa temannya tidak ikut bersama? “Gila! Dia ke kafe sama siapa ya? Ini kita mau ngikutin juga apa enggak? Takutnya dia ngeh kalau ada kita, jadinya gimana?” tanya Azila dengan rasa penasaran yang tentunya sudah meronta-ronta. Ia merasa pikirannya tidak baik-baik saja. Ia merasa ada yan

