Chapter 32

1097 Kata

BAB 32 ANCAMAN GERY Dian duduk di ruang tamu dengan sesekali menyibak tirai, menengok pada jendela yang tertutup rapat. Sungguh ia gelisah, berapa lama lagi ia harus menguatkan keponakannya supaya lebih bersabar, karena Tasia belum memberikan kabar untuk mendapatkan donor jantung. Padahal, ia sudah terlanjur berjanji akan segera mendapatkannya, sejak Tasia menyanggupi hal itu. Terlebih uang yang disediakan sudah diberikan oleh Gery kepadanya. Sorot lampu diikuti suara deru halus mesin mobil memasuki pekarangan, lalu sosok gagah muncul dari balik kemudi menutup pelan pintu mobil dan bergegas menuju pintu depan. Dian melepaskan pegangannya pada tirai seraya mengusap telapak tangannya yang berkeringat pada kain roknya. Wanita itu bergegas ke arah pintu begitu mendengar ketukan dari luar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN