BAB 16 RENCANA Belinda baru saja menaruh waffle dan minuman segar di teras belakang saat mendengar rengekan yang mendekat. Belinda bersama dengan kedua mertuanya tertegun serta terharu melihat Gio menimang Nyra yang kemudian lambat laun berhenti merengek dalam buaian sang papa ssebelum keduanya mendekat. “Kamu susui dulu nih. Aku sudah ganti pokoknya. Kalau di rumah pakai popok kain saja. Kasihan pantatnya nanti merah-merah,” kata Gio seraya menyerahkan Nyra kedalam gendongan Belinda. Belinda yang tak bisa berkata-kata lantas hanya mengangguk menanggapi perkataan Gio. Tak berbeda dengan kedua mertuanya yang menghentikan kegiatan mengunyah mereka dan menatap Gio dengan tatapan terkesima. Gio sendiri menaikkan satu alisnya dan menatap ketiga orang dewasa itu dengan keheranan. “Kenapa s

