Billy dengan wajah paniknya terus berjalan mondar-mandir di depan ruang UGD. Setelah mendapat telpon tadi, Billy langsung bergegas menuju rumah sakit. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan sempat melanggar lalu lintas. Untung saja, tidak terjadi kecelakaan padanya. Billy juga beruntung karena tidak ada polisi yang menilangnya. Sedari tadi, hatinya terus merapalkan doa, berharap istri dan juga buah hatinya yang masih berada dalam kandungan itu, baik-baik saja. Billy tidak mampu membayangkan jika sesuatu terjadi pada Adelia dan juga janin yang di kandung Adelia. Ruth yang melihat kepanikan putranya, juga merasa panik, ia kasihan dengan Billy yang terus menyalahkan dirinya sendiri sejak tadi. Ruth sudah menghubungi suaminya dan juga kedua orang tua Adelia. Mungkin mereka

