28

1866 Kata

"Adel, kamu nggak mau nunggu sampai sidang perceraian kamu selesai? Sidang pertamanya akan dimulai minggu depan, loh." Andini, ibu dari Adelia itu tampak mengusap rambut Adelia dengan lembut. Satu minggu lebih, telah berlalu sejak kejadian di rumah sakit itu. Setelah Adelia keluar dari rumah sakit, ia memutuskan untuk tinggal di rumah Mama Papanya, dan selama beberapa hari belakangan ini Adelia tidak berhubungan dengan Billy maupun keluarganya. Hatinya sudah terlampau sakit, semenjak kata 'menyesal' keluar dari mulut Billy, satu kata yang membuat hatinya hancur seketika. Sederhana memang, tapi mau bagaimana lagi, yang namanya hati itu sulit ditebak. Terkadang kuat, terkadang rapuh. Adelia sendiri, merasakan masa-masa sulit selama beberapa hari belakangan ini. Tiba-tiba saja, ia mulai me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN