Adelia menghela napasnya, setelah semua barang-barangnya tertata rapi, dan semua pakaiannya sudah ia masukkan ke dalam koper. Hari ini dia akan benar-benar kembali ke negera kelahirannya, Indonesia. Dan, memperbaiki semuanya-- semua yang dia bisa. Wanita satu anak itu, tampak sangat lelah. Area matanya tampak menghitam dan sembab, dengan kantung matanya yang membesar. Senyuman yang biasanya terpatri manis di bibirnya tampak enggan menghiasi wajahnya itu. Setelah pembicaraan Adelia dengan kedua orang tuanya kemarin, Adelia tidak dapat membendung air matanya, ia selalu mengangis. Apalagi bayang-bayang tubuh Billy yang tak berdaya, dengan darah yang menguncur dari tanganya, itu membuat hati Adelia serasa ditusuk oleh ribuan jarum, sangat sakit. Bahkan Adelia tak bisa tidur karena bayang-ba

