"Adelia, kamu kenapa? Kok murung terus?" Tanya Santi ketika melihat Adelia yang sedang menggendong Kevin, sudah berdiri di depan pintu apartemennya. "Adel, nggak kenapa-napa Tan, cuma rada pusing aja." Adelia menyunggingkan senyum tipisnya. Santi mengangguk mengerti, lalu ia pun mengedarkan pandangannya pada Kevin. Wajah Kevin tampak senang, kedua sudut bibirnya terangkat. Binar bahagia yang terpancar dari aura Kevin, membuat sudut bibir Santi ikut terangkat. Wanita paruh baya itupun, berjalan mendekati Kevin yang berada di gedongan sang Mama. "Cucu Oma kok kayaknya seneng bangat? Apa yang bikin Kevin seneng, hm?" Tanyanya seraya mengambil Kevin dari gendongan Adelia dan membawa anak laki-lali berusia empat tahun itu ke dalam gendongannya. "Kevin, balu beltemu Papa, Oma San. Papa Kevin

