BONCHAP 03

2025 Kata

Setelah selesai mandi dan mengeringkan rambut, aku memenuhi permintaan Mama untuk kembali ke ruang tamu. Aku hanya mengenakan sweter dan celana pendek selutut, rambut sebahu lebih dikitku yang agak basah kubiarkan tergerai. Aku mendudukkan diriku di sisi Mama, lantas mengambil teh hangat yang sudah Mama siapkan. Aku sedikitnya tidak peduli dengan penampilanku, masa bodoh dicap urakan oleh tamu Papa yang lumayan ganteng. Emang seperti inilah aku. "Ehm ada apa Ma?" tanyaku setelah berhasil meneguk cairan tehnya. Mama tersenyum, begitu juga Papa. "Laki-laki tampan di sebelah Papa ini namanya Zainal Al-Fatih. Anaknya Om Hadi, yang suka kasih kamu cokelat dulu. Usianya duapuluh enam tahun. Dan dia, calon suami kamu." Aku langsung tersedak aing liurku sendiri. "Perkenalkan nama saya Zainal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN