Billy menjabat tangan sang dewan komite sekolah, hari itu ia memutuskan untuk benar-benar berhenti dari pekerjaannya sebagai dosen. Ia memutuskan untuk fokus pada profesi dokternya. Bukan tanpa alasan, pekerjaan sebagai dokter menuntutnya untuk selalu siap sedia. Selama ini ia juga sering mangkir dari pekerjaannya itu, ia lebih sering menghabiskan waktunya di kampus. Sedang pekerjaanya utamanya malah terlupakan begitu saja. Satu hal lagi, kesibukan seorang dokter juga harus menjadi pertimbangannya. Billy tidak mau jika dirinya dicap sebagai penikmat gaji buta, yang tentunya sebutan itu sangat tak enak untuk di dengarkan. Hari itu pula, Billy juga mengurus izin cuti Adelia. Adelia sendiri sebenarnya tidak setuju jika cutinya itu dipercepat. Mengingat kandungannya yang baik-baik saja, serta

