Bab 22

1103 Kata

23 Entah sudah berapa lama Adelia tersenyum. Billy yang berada di dekatnya saja tak habis pikir dengan tingkah Adelia itu. Bahkan sudah beberapa kali pula, Billy memanggil Adelia tapi Adelia tak kunjung menyahutnya. "Adel, Del, Adelia?" Untuk yang kesekian kalinya Billy memanggil Adelia. Merasa geram, akhirnya Billy memilih sebuah jalan pintas, yang mungkin saja akan membuat Adelia langsung tersadar. Cup. Secepat kilat ia mencium bibir Adelia, Adelia yang merasakan sentuhan di bibirnya pun tersadar. Ia menatap Billy kaget. Billy yang ditatap seperti itu menyunggingkan senyumnya, benar kan apa yang ia duga tadi, Adelia akan tersadar dari imajinasinya itu? "Kak Billy ngeselin, main cium aja," gerutunya pelan. Billy mencubit pipi Adelia yang mulai tembam. "Siapa suruh, dipanggil nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN