Zahra dan Zabara sampai di sebuah restoran pada pukul sembilan kurang seperempat. Suasana restoran sangat sepi, entah karena memang tidak ada pelanggan atau restoran itu sudah dibooking oleh Zabara sebelumnya. Zabara membukakan pintu untuk istrinya itu, lantas menyodorkan tangan ke depan sang pemilik hati tak lupa dengan senyum yang terukir manis di wajahnya. Zahra tampak tersipu, sebelum akhirnya menerima uluran tangan suaminya itu. "Kamu nggak biasanya berlagak romantis gini, kamu kan kadang cuek bebek," kata Zahra sembari mengingat bagaimana kebiasaan suaminya itu. Setahun menjalin hubungan sebagai suami istri, sangat jarang Zabara melakukan hal romantis padanya. Namun, walau begitu, laki-laki itu selalu menunjukkan perhatian-perhatian yang membuat Zahra merasa bahwa itu saja sudah

