TA - 46

3314 Kata

Napasnya memburu kencang. Mimpi buruknya bagaikan hewan liar yang mengejar tanpa ujung. Siap membuatnya kacau dan berantakan. Vania meraba, mencoba membuka mata dalam keadaan gemetar. Sensasi asing itu masih ada dan membekas. Sampai dirinya berusaha mengerjapkan kedua kelopaknya terbuka. Menampilkan ragam kamar yang temaram dalam sunyi. "Kau tidak apa?" "Ini sebenarnya jarang terjadi," dustanya. Seolah semua kejadian masa lalu membuatnya terguncang sampai tak bersisa. "Aku tidak tahu alasannya kenapa." "Karena kau baru saja bercerita secara singkat padaku," ucap Fagan dengan suara serak. Khas bangun tidur yang kentara. Vania diliputi perasaan bersalah membuat pria itu terbangun karena ulahnya. "Aku akan pindah ke kamar lain." "Tidak, kau tetap di sini." Tangan besar itu menahannya. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN