TA - 44

1268 Kata

"Apa ini adil?" Vania mengembuskan napas panjang. Kalau Fagan terus menggerutu dan mencibirnya pasca si perempuan dari masa lalu yang datang dengan tubuh basah kuyup, masker wajahnya akan berantakan. Ia sedang memakai perawatan kecantikan malam hari dan Fagan bersikap labil untuk mengacaukan malam indahnya sekarang. "Apanya?" "Kau terus kesal padaku." "Aku diam saja sejak tadi," sungut Vania jengkel. "Oh, benarkah?" Suaranya terdengar sinis. Tapi toh, Vania tidak lagi gentar. Memang pria ini selalu bersikap begitu. "Jika kau cemburu sepantasnya kau bilang jujur padaku." "Apa aku terlihat ingin menyindir mantan kekasihmu tadi? Aku bersikap sangat santai," kata Vania sengit. Tidak senang saat mata dingin itu menatapnya seolah ingin tahu kebohongan selanjutnya. "Kau saja yang terlalu p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN