Sarah duduk dengan ponsel di tangan. Sementara Vania sibuk dengan puluhan berkas pelamar baru di restorannya. Selagi beberapa orang yang bekerja untuk membenahi beberapa titik mulai berangsur memudar dan berpamitan pulang. "Oke, aku harus pergi." "Kencan?" tanya Vania spontan. "Satu malam, cantik. Tapi aku pastikan padamu ini tidak akan berakhir seperti kau dan Fagan. Aku tahu dia seorang jurnalis berbakat dan bukan mengira dirinya sembarangan hanya karena tubuhnya serupa penjaga pantai." Vania memutar mata, melambai kepada Sarah dengan satu tangan. "Cepat keluar sana. Kau terus mengoceh." "Kau pasti rindu," ucap Sarah percaya diri. Sarah memberinya kedipan mata. Memasang tas selempangnya dan berjalan. Saat Vania bangun, memeriksa urusan yang hampir selesai dan membuat secangkir kopi

