~Selamat membaca~ Corla mulai merasa jenuh, sudah satu jam sejak ia menguntit Hidayat di dalam mobilnya di parkiran sebuah rumah makan sederhana. Corla enggan untuk turun, karena tempat tersebut bukan kelasnya. "Lama banget sih!" sungut Corla yang mukai gelisah. Ingin sekali ia menghubungi suaminya namun Corla tak memiliki cukup alasan untuk melakukannya. "Lagi ngapain sih di dalam warung kumuh itu?" tak henti hentinya Corla mendumel kesal karena Hidayat tak kunjung keluar. Padahal jika hanya untuk makan, tak sampai membutuhkan waktu satu jam lamanya. "Apa aku masuk saja ya? ck! tapi mana mungkin sih seorang nyonya Rahardian masuk ke dalam warung kumuh seperti ini. Jika ada yang melintas dan melihatku bisa hilang martabatku." Dumel Corla mencemaskan reputasinya. Sedangkan di dalam rum

