~Selamat membaca ~ Garen tiba di kediamannya pukul 11 malam. Wajah tampannya terlihat lelah, Garen bahkan tak sanggup lagi untuk melangkahkan kaki menuju kamarnya di lantai atas. Dengan gontai laki laki itu berjalan menuju sofa ruang keluarga. Dengan hempasan kasar Garen menjatuhkan bo*kongnya di atas permukaan sofa. Pikiran Garen sedang kacau dengan berbagai kasus yang menimpa keluarganya. "Tuan..." Garen sontak terlonjak kaget. Laki laki itu melirik jam dinding yang sudah hampir menunjukkan tengah malam. "Ya?" "Saya buatkan kopi, tuan sepertinya terlihat lelah jadi saya berinisiatif membuat minuman." "Tapi saya tidak minta dan lagi ini sudah larut malam, bawa saja ke belakang saya sudah akan beristirahat." Tolak Garen dingin. Susi tampak ketakutan. Nyalinya tak sebesar tekad yan

