"Jangan pergi! Gue takut!" Helen menahan tangan Nathan. Gadis itu benar-benar takut kini. Dan sepertinya dia tidak bisa ditinggal sendiri. Nathan terdiam cukup lama. Untuk saat ini, jujur dia tidak bisa menyembunyikan perasaan yang datang begitu saja. Ingin rasanya dia mengingkari, namun nyatanya tak bisa. Rasa itu semakin lama semakin besar dan juga tak bisa terbendung. "Temenin gue. Gue beneran takut." Dari nada suaranya terdengar keputusasaan yang membuat Nathan ingin sekali merengkuhnya dalam pelukan. Melindungi dan juga berada di sisinya. Nathan berbalik, "Gue bakal nemenin lo. Tante jangan takut lagi." Pemuda itu berbaring di sebelah Helen. Helen pun sama sekali tidak protes. Malah menjadikan tangan Nathan sebagai bantal. Nathan mengambil selimut dan menutupi tubuh keduanya denga

