47. Senyum Untuk Helen

1187 Kata

Sarapan pagi ini terasa begitu hangat. Helen yang galak dan juga jutek itu, tiba-tiba menjadi begitu ramah dan lembut, terlebih pada Nathan.  Sofia mengedipkan matanya kepada Doni dan membuat pria itu tersenyum bahagia, "Sepertinya rencana kita kemarin berhasil, Pa," bisik Sofia. Lagi-lagi Doni hanya tersenyum. "Nih! Makan yang banyak." Helen mengambilkan nasi untuk Nathan dan pemuda itu pun dengan senang hati menyambutnya. Keduanya bertatapan sambil tersenyum lama. "Ehm ... Ehm ... aku keselek, Ma." Cintia langsung mengambil gelas air putih yang ada di hadapannya. Tentu saja Helen langsung cemberut mendengar godaan kakaknya itu. Bibirnya manyun seperti paruh bebek, membuat Nathan hanya bisa menahan senyum melihat kelakukan istrinya itu. Sofia yang rupanya paham akan maksud Cintia hany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN