48. Panggilan Panik

1083 Kata

"Apa?" Helen menaikkan sebelah alisnya pertanda dia menyimaknya dengan baik. "Ehm ... lo ngerasa nggak kalau cowok itu liatin lo terus." Helen segera menoleh ke arah yang ditunjuk Tasya, sedikit memicingkan matanya untuk lebih mengamati wajahnya. "Jonathan?" Helen kembali melihat ke arah Tasya, "Nggak mungkinlah." Helen mencoba untuk tidak terlalu geer kini. Terlebih kini dia tak seheboh dulu jika melihat pria tampan. "Ow ... namanya Jonathan." Tasya tersenyum, "Tapi, gimana lo tahu?"  "Dia yang selalu datang buat nyatet pesenan gue," jawab Helen malas. Sepertinya dia kehilangan gairah untuk berbicara tentang laki-laki. "Ow ...." Tasya tersenyum penuh misteri, "udah kenalan, dong?" Sepertinya gadis itu semakin penasaran dengan hal itu. "Nggak juga. Gue tahu namanya saat nggak sengaja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN