"Ehm ... lo turun sini dulu, ya. Gue mesti ke suatu tempat." Helen menghadap ke arah Tasya. Gadis itu sama bingungnya dengan Helen kini. "Lo kenapa panik gitu? Lo mau pergi ke mana?" selidik Tasya. Menurunkan dia sembarangan di jalan, sama sekali bukan Helen. "Ehm ... gue .... ada urusan penting bin mendadak. Gue buru-buru. Please ...." Helen meringis, meminta pengertian dari Tasya. Meski masih bingung, nyatanya gadis itu menuruti keinginan Helen untuk turun di sana. "Semoga bukan hal buruk." Tasya menghela napas, setelahnya dia menyetop taksi untuk pulang ke rumah. Helen yang dilanda rasa cemas, mengemudikan mobilnya dengan kencang. Tidak peduli dengan jalanan yang ramai karena bertepatan dengan jam istirahat siang. "Semoga lo nggak papa," pinta Helen. Dia orang yang spesial dan Hel

