"Ya sudah, ya, Yank. Kamu istirahat dulu. Aku tutup dulu." Nathan mematikan teleponnya. Dia senang bisa mendengar suara Salsa lagi. Ternyata hatinya masih untuk gadis itu. Nathan membalik badannya, melihat ke arah kasur. Sudah tak ada siapa-siapa. Pemuda itu bangkit dari duduknya. Seketika perasaannya merasa cemas. Dia seakan bagai seorang pria yang tengah berselingkuh dari Salsa dan Helen yang berperan sebagai selingkuhannya. Masih dari teras kamarnya, Nathan melihat Helen tengah berjalan meninggalkan vila itu. Wajahnya terlihat masam dengan bibir cemberut seperti minta dicium. Helen melangkah dengan sangat terburu-buru. Sepertinya suasana hati Helen sedang tidak baik-baik saja. Nathan kembali berbalik, berlari mengikuti Helen. Nathan takut jika Helen kenapa-kenapa karena sepertinya su

