"Mau gue angetin?" Helen membola mendengar pertanyaan Nathan. Apa maksud bocah ini mengatakan hal itu? "Ehm ... maksud gue ...." Nathan menggaruk tengkuknya. Merutuki kebodohannya yang asal saja mengucapkan sesuatu. Nathan sedikit menjauh dari Helen. Kikuk rasanya kali ini. Bukan hal itu yang dimaksud Nathan. Ngomong apa, sih, gue? jadi kesannya gue m***m banget. Andai kata-kata bisa ditarik kembali, maka Nathan akan memilih untuk menarik kata-kata yang terlanjur terucap. Dan akan diam saja tanpa mengatakan apa pun. Helen tersenyum, tubuhnya dia rapatkan ke arah Nathan. Entah kebodohan dari mana yang merasukinya kini, dia hanya merasa nyaman. Helen membenamkan kepalanya di d**a Nathan. "Hangat," ucap Helen. d**a Nathan berdebar dengan kencangnya. Lantaran apa, Nathan sendiri tidak yaki

