Helen tiba di tempat yang menjadi kesukaannya beberapa hari ini. Hanya untuk sekedar menghabiskan waktu ataupun menenangkan diri dari berbagai masalah yang menderanya. Matanya langsung menuju ke tempat di mana dia biasanya menghabiskan waktu di sana. Gadis itu mengulas senyum, pasalnya tempat itu masih kosong. Dengan langkah pelan, Helen berjalan ke tempat itu. Meletakkan tasnya dan duduk menunggu pelayan datang menanyakan pesanannya. Mengambil handphone mengirim pesan pada Tasya, satu-satunya sahabat yang dia miliki. Berharap gadis itu free dan mau menemaninya di sini. Pikirannya sangat kalut mengingat apa yang baru saja dia lakukan. "Gimana kalau Gio selamanya hilang ingatan? Apa gue juga harus selamanya pura-pura menjadi ceweknya?" Helen memijit keningnya, memikirkan nasib seandainy

