"Atau diarak sekalian!" "Apa?!" Mendengar kata 'diarak', membuat mata Helen melotot. Dia tidak bisa membayangkan jika dia benar-benar diarak. "Sudah! Sekarang, kalian ikut dulu kami ke pos." Pak RT memberi instruksi untuk mereka berdua. Helen menarik celana Nathan berusaha meminta pertolongan agar membantunya bangkit. "Ck! Apaan, sih? Gara-gara Tante 'kan?" Nathan nampak begitu kesal kali ini. Meski begitu, dia tetap membantu Helen untuk bangkit. "Ouch ...!" Saat Helen merintih, sontak semua orang melihat ke arahnya. Yang merasa diperhatikan pun lantas menggigit bibir bawahnya karena merasa malu. Semua mendelik terlebih Nathan. "Maaf, Bapak-bapak. Kaki saya terkilir. Jadi saya merintih kesakitan bukan keenakan," celetuk Helen. Nathan semakin mendelik mendengar ucapan Helen yang sema

