Hari ini merupakan hari yang panjang bagi Helen. Semanjak pagi, suasana hatinya terus memburuk ditambah ada mata kuliah Pak Rudy, semakin bertambahlah keburukan itu. "Sehari saja rasanya seperti seabad," gumam Helen. Tangannya kini tengah memegang gagang pintu mobil, hendak membukanya. Dia bersiap untuk pulang dan sebelumnya menjemput Nathan di sekolah. Kebetulan sekali ini sudah waktunya Nathan pulang sekolah. "Beb! Tunggu!" Seseorang menahan tangannya. Helen malas untuk menoleh karena tahu siapa yang kini tengah berdiri di belakangnya itu. Siapa lagi yang memanggilnya dengan sebutan 'beb' jika bukan lelaki yang telah diputusnya tadi? "Lepas!" gertak Helen masih tanpa membalik tubuhnya. Dia seolah enggan untuk bertatapan dengan Gio. "Nggak! Lo kenapa, sih? Kita kemarin baik-baik saja,

